Cerita ini berawal saat Jaka bertemu dengan Dara di kampus.Dimata Jaka, Dara adalah seorang gadis yang dapat melengkapi hidupnya dan dipercaya sebagai tulang rusuknya yang hilang. Sedangkan kehadiran Jaka dalam hidup Dara, mampu menghidupkan jiwanya yang selama ini kosong.
Singkat cerita, sejalan dengan waktu Jaka dan Dara melewati hari-hari secara bersama. Mereka berbagi kebersamaan melewati suka maupun duka. Keduanya kemudian mulai merangkai rencana untuk masa depan yang akan dijalani bersama. Mereka yakin hari hari yang akan dilalui penuh dengan cinta, pengertian dan saling menyayangi.
Jaka dan Dara kemudian disatukan dalam satu ikatan suci dan sakral bernama perkawinan. Kehidupan merekapun mulai berubah seiring dengan kondisi yang ada. Kebersamaan yang selama ini menjadikan Jaka dan Dara sebagai satu kesatuan berangsur menghilang bersamaan dengan padatnya jadwal meeting di kantor Jaka serta kesibukan Dara dengan pekerjaaannya.
Waktu menjadi berjalan sangat cepat, bahkan untuk berbagi cerita, rasa, cinta dan duka. Realita kehidupan mulai menghampiri dan menantang komitment mereka akan kekuatan cinta. Seakan baru tersadarkan oleh keadaan, Dara tidak lagi sanggup menahannya sendirian. Emosi mulai menghampiri jiwa keduanya hingga tak terelakan lagi.
Dara berkata :
Aku sudah tidak sanggup lagi. Kamu tidak bersungguh-sungguh mencintaiku
Jaka kemudian menjawab
Kamu yang egois. Tidakkah kamu sadari bahwa semua ini karena kesalahanmu juga..?
Dengan terkejut Dara berkata :
Ternyata aku salah memilih dan mencintai seseorang. Aku benci padamu .
Dengan menahan kekecewaan dan tangis, Dara kemudian memutuskan untuk meninggalkan Jaka.
Jaka dan Dara memutuskan untuk bercerai. Dalam kesendirian dan kegelapan malam, Jaka merenung atas semua kejadian yang melanda kehidupan perkawinan mereka. Dalam kesendirian itu, Jaka merasakan sakit dan pedih yang teramat dalam. Tiada lagi tawa dan canda Dara mewarnai rumah mereka. Tidak ada lagi sosok Dara yang dengan sabar mendampinginya melalui semua kesulitan hidup. Semua hilang dalam sekejap karena emosi yang ada.
Diantara mereka kemudian memutuskan untuk menjalani kehidupan masing-masing. Suatu hari, Jaka mendengar kabar bahwa Dara melanjutkan studinya ke luar negeri dan menikah dengan orang asing. Mereka bertemu lagi dibandara, saat dimana Dara menuju terminal keberangkatan.
Jaka kemudian menyapa.. hai, bagaimana kabarmu?"
Baik
jawab Dara.
Kamu masih ingat dengan nomor telp rumah kita kan?
Apabila ingin bercerita dan mengirim kabar, telponlah aku. Tidak ada yang berubah lanjut Jaka.
Setelah pertemuan yang singkat itu, tiba-tiba Jaka dikejutkan dengan berita kematian Dara yang ia peroleh dari seorang teman dekatnya. Penyebabnya adalah penyakit lama yang di derita Dara. Sekali lagi, Jaka merasakan sakit yang luar biasa.......
Jaka menemukan kenyataan bahwa ternyata Dara adalah tulang rusuknya yang hilang. Rasa sakit itu disebabkan karena ia telah kehilangan Dara yang ternyata sangat berarti baginya.
Jaka baru menyadarinya ketika tidak ada lagi sosok Dara dalam hari-hari yang dilaluinya. Dalam kesendiriannya, air mata Jaka menetes
.ia telah dengan sengaja mematahkan dan merusak tulang rusuknya sendiri.
Sekarang ia baru menyadari bahwa cinta sejatinya ada pada sosok seorang Dara. Namun, Dara telah tiada serta meninggalkan sesuatu yang berharga untuknya yaitu Cinta. Dara telah mengajarkan bahwa satu-satunya cara bila ingin hidup selamanya adalah mencintai seseorang, dengan demikian kita akan meninggalkan sesuatu yang berharga.
Dalam kehidupan sehari hari, justru kita sering sekali menyakiti orang yang mencintai kita dan baru menyadarinya ketika orang tersebut meninggalkan kita. Oleh karena itu, mulai sekarang cobalah untuk lebih tulus mencintai seseorang sebelum orang tersebut meninggalkan kita.
Posted at 12:45 am by luv_me
 |  |  |
velian hidayah September 26, 2009 04:47 PM PDT
ka aku cita sama kakak?ka kasih no tlpn kakak kirim ke sini 081254147777.secepat mungkin ya?plisssssss. |
 |

 |  |  |
Angie December 29, 2006 03:21 AM PST
Yup cukup mengharukan,namun ketika menyadari sebuah tulang rusuk akan menjadi patah saat diluruskan, biarkan tulang rusuk tsb seperti apa adanya. |
 |

 |  |  |
Alfhareza June 15, 2005 05:31 AM PDT
Perjalanan hidup tak akan pernah selama pada satu sisi saja, dia akan tetap bergulir dan menyesuaikan. Artinya segala sesuatunya akan menghadapi perubahan sesuai jamannya. Begitupun pada manusia jaka dan dara. |
 |

 |  |  |
TariBebek January 6, 2005 06:36 PM PST
cool story...dan sering mengalami hal itu...:P |
 |

 |  |  |
iwan December 30, 2004 10:07 PM PST
the smart girl |
 |

 |  |  |
iwan December 30, 2004 10:06 PM PST
gue terharu deh, elo bener2 pengarang sejati... tapi kisahnya, gimananya, ada gaknya atau hanya sebuah retorika aj? |
 |